Balada Tiga Pengembara



Tiga orang pemuda tampak sangat kelelahan ketika memasuki sebuah kampung pada siang hari yang teramat terik. Satu orang bertubuh kurus, yang satunya lagi bertubuh sedang, dan yang terakhir bertubuh gendut. Langkah mereka gontai dan terkadang terseok-seok. Mereka adalah tiga orang musafir telah menempuh perjalanan yang sangat jauh dalam waktu yang juga sudah sangat lama.

Akhirnya mereka menghentikan langkah mereka di depan sebuah rumah dengan halamannya yang dpenuhi pepohonan yang rindang dan asri. Mereka memutuskan untuk menumpang beristirahat di pekarangan rumah yang sejuk tersebut..

Tok Tok Tok!!

"Permisi.." kata orang yang bertubuh sedang..

Tidak ada jawaban terdengar..

Tok tok Tok!!!

"Permisiiii...." kata pemuda tadi dengan suara yang lebih keras.

"Iya.. Mohon tunggu sebentar.." terdengar suara seorang perempuan menyambut dari dalam..

Pintu dibuka. Dan nampaklah sesosok perempuan cantik dengan sopan menyambut mereka..
"Ada yang bisa saya bantu, tuan-tuan??" tanyanya dengan lembut.

"Kami mohon maaf, Nyonya, jika sekiranya kedatangan kami mengganggu kedamaian Nyonya.. Kami adalah tiga orang pengembara yang sekiranya diijinkan hendak menumpang beristirahat di pekarangan rumah anda yang sejuk dan asri ini.." jawab pemuda yang mengetuk pintu tadi.

"Oh tentu saja aku mengijinkan.. Tapi akan lebih baik jika kalian beristirahat di dalam rumah saja.. Tentu akan terasa lebih sejuk dan nyaman..Kalian bisa beristirahat dengan lebih baik.. Kamar tamu di rumah ini kosong.. Biar kupersiapkan untuk kalian.." jawab sang nyonya runah dengan penuh keramah-tamahan..

"Maaf, tetapi apakah suami anda saat ini sedang ada di rumah?" tanya pemuda tadi..

"Saat ini suamiku sedang bekerja.. Sore nanti baru pulang.."

"Kalau begitu biarlah kami beristirahat di pekarangan rumah ini saja, Nyonya.. Kami tidak berani bertindak tidak sopan dengan memasuki rumah seorang wanita, sedangkan suaminya tidak ada di rumah.. Kami takut hal itu akan menimbulkan fitnah.. Nanti saat dia pulang, sampaikan saja permohonan kami.. Sekiranya dia berkenan dan memperbolehkan kami menginap di sini.." kata pemuda tersebut.

"Baiklah.. Silakan kalian beristirahat di luar.. Nanti akan kusampaikan pada suamiku.."

"Terimakasih, Nyonya.."

Dan ketiga pemuda itu pun beristirahat di pekarangan samping rumah tersebut. Sementara sang nyonya rumah melanjutkan pekerjaan rumahnya.
***

Malam pun tiba.. Sang suami telah pulang dan sedang makan malam bersama istri, dan seorang anaknya yang masih kecil..

Sang istri kemudian menceritakan tentang ketiga pemuda pengembara yang hendak minta izin beristirahat di rumahnya..

"Apakah engkau mengijinkannya, wahai suamiku??" tanya sang istri.

"Tentu saja.. Menolong musafir itu tindakan mulia dan membawa berkah.. Persilahkan mereka masuk, dan ajak bergabung makan malam dengan kita.." jawab suaminya.

Sang istri pun kemudian keluar dan mengahamipri ketiga pemuda pengembara tadi.

"Tuan-tuan, suamiku mengijinkan kalian untuk menginap di dalam rumah da mengundang kalian untuk bergabung makan malam dengan kami.." kata sang nyonya rumah.

"Mohon maaf, Nyonya.. Dengan tidak mengurang rasa terimakasih kami, pilihlah salah satu dari kami saja.." jawab pemuda yang bertubuh sedang.

"Kenapa hanya salah satu dari kalian??  Bukankah akan lebih baik jika kalian semua masuk ke dalam dan makan malam bersama kami??"

"Ini sudah merupakan keputusan yang kami buat, Nyonya. Tolong sampaikan kepada suamimu untuk memilih salah satu dari kami.. Namaku adalah Cinta, kawanku yang kurus itu bernama Sukses, dan yang bertubuh gemuk itu bernama Kaya.. Pilihlah salah satu saja dari kami.."

Sang nyonya rumah pun segera masuk dan menyampaikan hal itu kepada suaminya.

"Aneh sekali mereka.." kata sang suami..

"Aku juga berfikir begitu.. Kira-kira, adakah maksud lain yang hendak mereka sampaikan kepada kita, wahai suamiku??" tanya sang istri.

"Kalau melihat dari nama-nama mereka, sepertinya memang begitu.." jawab suaminya.

"Jadi, siapakah yang akan kau pilih?? Cinta, Sukses, atau Kaya??"

"Aku pilih Sukses saja.. Siapa tahu nanti kita bisa sukses, seperti namanya.." jawab suaminya.

"Bukankah lebih baik jika kita pilih Kaya saja?? Akan lebih menyenangkan jika nanti kita bisa jadi kaya.." kata istrinya.

"Tidak.. Persilahkan Sukses masuk.. Aku ingin dia yang masuk.."

"Tapi aku ingin Kaya.."

"Sukses!!"

"Kaya!!"

"Sukses!!"

"Kaya, kaya, kaya!!!"

"Sukses, sukses, sukses!!!"

Dan akhirnya suami itu malah berdebat dan saling tak mau mengalah.. Hingga anaknya yang masih kecil berhenti makan..

"Ayah, ayah... Apakah ayah sebenarnya mencintai ibu??" tanyanya dengan polos..

"Tentu saja sayang.. Selama ini ayah bekerja keras dan berdo'a untuk kebahagiaan ibu dan kamu, nak.. Tentu saja ayah mencintai ibu.." jawab sang ayah dengan agak merasa tak enak hati.

"Kalau ibu?? Apakah ibu juga mencintai ayah??" tanya sang anak kepada ibunya.

"Tentu saja, anakku.. Setiap yang ibu kerjakan untuk kebahagiaan ayah dan kamu, sayang.. Mengurus rumah, memasak, dan membesarkanmu.. Itu semua demi ayah dan kamu.. Tentu saja ibu mencintai ayah, sayang.." jawab sang ibu dengan agak gugup.

"Dan apakah ayah dan ibu juga mencintaiku??" tanyanya lagi.

"Tentu saja, nak.. Cinta kami tak akan pernah habis untukmu, sayang.." jawab keduanya.

sang anak tersenyum dan terlihat sangat bahagia.,

"Lalu mengapa tidak memilih Cinta saja??  Bukankah cinta itu membawa kedamaian dan kebahagiaan??" tanya anak itu lagi.

Kedua orangtuanya terkejut. Mereka menyadari kesalahan masing-masing.. Dan mereka pun menyadari bahwasanya semua yang dikatakan anaknya tadi memang benar adanya. Akhirnya mereka pun memilih Cinta untuk dipersilahkan masuk dan makan malam bersama mereka.

"Tuan Cinta, kami memilih engkau untuk masuk dan makan malam bersama kami" kata sang nyonya menyampaikan undangannya.

"Terimakasih, Nyonya.." jawab Cinta.

Sang nyonya pun segera kembali masuk dan pempersiapkan peralatan makan.

Kemudian Cinta masuk ke dalam rumah di ikuti kedua kawannya, Sukses dan Kaya yang berpegangan pada baju Cinta.

"Loh..?? Katanya tadi hanya salah satu??  kenapa sekarang kalian masuk semua??" tanya sang tuan rumah.

"Mohon maaf, Tuan dan Nyonya.. Tadi saya lupa mengatakan, bahwasanya kedua kawanku ini cacat. Kawanku si Kaya ini sebenaranya buta dan tuli. Sedangkan kawanku si Sukses ini bisu. Jika Tuan dan Nyonya memilih salah satu di antara mereka, maka saya, Cinta, harus menjaga salah satu yang lainnya di luar. Dan karena Tuan dan Nyonya memilih saya, maka mereka pun akan ikut saya, karena mereka tidak bisa saling menjaga.." jawab Cinta.

Keluarga itu pun tersenyum dan mempersilakan ketiganya untuk duduk dan bergabung makan malam dengan mereka. Mereka duduk bersama dan beramah-tamah dalam suasana yang hangat. Dan malam itu, ketiga pemuda pengembara itu pun beristirahat dengan nyaman di rumah tersebut.
Rumah yang diberkahi dengan Cinta, Kaya, dan Sukses..            :D
***END***





Jika kita memilih kekayaan, belum tentu kita dapat memiliki cinta dan kesuksesan..

Jika kita memilih kesuksesan, mungkin kekayaan akan mengikuti, tapi belum tentu cinta pun akan hadir.

Namun jika kita memilih cinta, maka kekayaan dan kesuksesan akan turut serta hadir dengan sendirinya.. Karena cinta memberi kita energi dan kekuatan untuk berubah, untuk berjuang agar jadi lebih baik, dan untuk membahagiakan orang-orang yang kita cintai..




Note:

Cerita yang membuat saya sangat terkesan ini saya dapatkan dari seorang seniman di dalam bis kota tadi pagi..

Tapi maaf, saya ndak tahu namanya...   :D

7 komentar:

NTT Herbal 3 Januari 2012 15.18  

Sangat inspiratif...

ICAH BANJARMASIN 5 Januari 2012 17.25  

Wuiihhh..mantef banget nih..suka banget aku bang sama artikelnya..sippp

GKA 8 Januari 2012 11.50  

GKA suka cerita nie...

Riefz 8 Januari 2012 14.43  

hadir siang disnii!
btw, chatbox nya mna sob?

cindelaras 8 Januari 2012 18.06  

@NTT herbal : terimakasih sudah mampir dan baca artikelku..

@Icah : terimakasih ya sudah mampir dan baca artikelku..

@GKA L: terimakasih banyak..

@Riefz : chatbox aku pindahkan. sekarang pake sistem pop up di sisi kanan sidebar.. :D


terimakasih semua untuk kunjungan kalian... :D

Muro'i El-Barezy 9 Januari 2012 08.55  

Sangat inspiratif...salam sukses selalu gan...

Ary_Putra 9 Februari 2012 18.17  

Artikel yang sangat Inspiratif bisa di jadikan sebuah renungan. Nice share gan. salam

Posting Komentar

boleh copy-paste, namun mohon sertakan link langsung ke sumber postingannya. :)





Stats


Google PageRank Checker