MISTERI SEBUAH PETI MILIK ISTRI SANG SAUDAGAR



Malik adalah seorang saudagar kaya. Usianya memang sudah tidak muda lagi, namun tidak juga bisa dibilang tua. Enam bulan lalu dia baru saja menikahi seorang gadis yang masih muda dan sangat cantik. Hanya beberapa hari setelah menikah, dia meninggalkan istrinya di rumah untuk berdagang di negara tetangga. Saat ini malik baru saja pulang dari perjalanannya. Dia berdagang beraneka rupa rempah-rempah ke negeri tetangga. Sudah beberapa bulan perjalanan dagang, dia baru kembali lagi ke rumahnya.


Tapi apa yang didapati di rumahnya membuatnya gundah. Tersiar kabar bahwa selama dia pergi, istrinya telah berselingkuh dengan seorang lelaki. Desas-desus mengatakan, istrinya sering menyendiri di dalam sebuah kamar di sudut rumahnya. Katanya, dia tidak benar-benar sendiri di ruangan itu, tetapi bersama dengan seorang lelaki yang jauh lebih tampan, lebih gagah, dan lebih muda dari pada malik, yang diam-diam dibawanya masuk tanpa seijin suaminya. Sewaktu suaminya pulang pun dia masih berada di dalam kamar itu.

Namun, saat Malik masuk kedalam kamar itu, didapatinya istrinya duduk di sisi tempat tidur dengan sebuah peti berukuran besar berada di sudut ruangan. Sebuah peti misterius. Peti yang indah dengan ukiran bunga teratai pada sisi-sisinya. Peti yang belum pernah dilihatnya kini ada di dalam rumahnya. Sebuah peti yang cukup besar untuk menyembunyikan seorang lelaki.

Orang-orang berfikir, di dalam peti itulah istrinya menyembunyikan lelaki selingkuhannya.

"Apa yang tengah kau lakukan di sini, wahai istriku??" tanya malik.

"Aku menunggumu, wahai suamiku.." jawab istrinya lembut.

"Mengapa tidak di kamar yang biasa kita tempati saja?"

"Memangnya kenapa?"

"Aku mendengar kabar yang membuatku merasa tidak enak saat aku pulang tadi.."

"Bahwa aku menyembunyikan lelaki di ruangan ini?? Bahwa aku sering berbuat mesum di ruangan ini??"

"Iya.." jawab malik dengan gundah. "Sebenarnya apa yang selalu kau lakukan di dalam kamar ini selama aku pergi??"

"Aku menyulam kain untukmu."

Malik mendekati peti besar di sudut kamar itu dan bermaksud untuk membuka peti misterius tersebut, namun segera dicegah oleh istrinya yang tampak mulai gelisah..

"Jangan kau buka peti itu, suamiku. Peti itu berisi sulaman yang belum selesai kukerjakan.."

"Kenapa aku tak boleh membukanya?? Jika hanya sulaman yang belum jadi, bukankah itu bukan suatu masalah jika aku melihatnya???"

"Tapi itu sama artinya engkau meragukan kesetiaanku selama ini, wahai suamiku.. Apakah engkau juga mencurigai aku berselingkuh?? Apakah engkau sudah tidak lagi yakin dengan kesetiaanku selama ini?? Apakah engkau juga berfikiran sama dengan mereka yang telah mencurigaiku berzina??"

Para pelayan yang menguping pembicaraan mereka mulai berbisik-bisik dan yakin bahwa di dalam peti misterius itu benar-benar ada seorang lelaki yang tengah bersembunyi. Lelaki yang selama ini menjadi rekan selingkuh istri malik.

Malik hanya terdiam.. Tak lama kemudian dia berkata pada istrinya,"bersediakah engkau membuatkanku sulaman yang baru??? Aku tidak ingin kau melanjutkan sulamanmu yang belum jadi ini.."

"Baiklah.. Aku bersedia.."  jawab istrinya.

Kemudian Malik memerintahkan beberapa pelayannya untuk mengikat dan mengunci rapat-rapat peti itu. Kemudian dikuburnya peti misterius itu dalam-dalam di halaman belakang rumahnya.

Lama-kelamaan, desas-desus itu pun mulai hilang. Orang-orang sudah tidak lagi membicarakan masalah itu. Bahkan mereka pun sudah lupa dengan peti misterius yang telah dikubur di belakang rumah Malik. Dan kehidupan rumah tangga Malik pun kembali seperti sedia kala..


*)Note : cerita ini saya sadur berdasarkan ingatan saya, dari salah satu cerita sufi yang pernah saya baca..

5 komentar:

Wahyu 23 November 2011 21.58  

penasaran lanjutannya hehe

shafira 30 Desember 2011 18.58  

Bersambung-Kah,,..??? seru nieh,,..

cindelaras 30 Desember 2011 22.02  

@wahyu : ga ada lanjutannya, kawan.. cerita ini berakhir sampai di sini aja.. :D

cindelaras 30 Desember 2011 22.04  

@shafira : cerita ini tidak bersambung. itu lah ending-nya..
kalau kamu suka, nanti aku tulis lagi cerita2 sufi yang lain yang masih kuingat... :D

Jejak Puisi 14 Februari 2012 02.52  

sama kayak komentator pertama. ane masih penasaran sama cerita selanjutnya. dan maaf, belum muncul 'greget' dari cerita di atas. masih datar

but, keep writing and salam blogger ^^

Posting Komentar

boleh copy-paste, namun mohon sertakan link langsung ke sumber postingannya. :)





Stats


Google PageRank Checker